Bayi Sering BAB, Berbahayakah? Cek Faktanya!

Bayi Sering BAB, Berbahayakah? Cek Faktanya!
Bayi Sering BAB, Berbahayakah? Cek Faktanya!

Kesehatan anak pasti menjadi hal yang paling penting bagi tiap orangtua. Apalagi untuk orangtua baru yang masih belum banyak pengalaman dalam mengurus anak. Seringkali ada kondisi-kondisi dimana kita sebagai orangtua menjadi bertanya-tanya, apakah ini sehat, apakah normal, apakah baik atau buruk? Terutama jika si kecil menunjukkan kondisi dimana ia buang air besar dengan frekuensi sering. Lalu, normalkah jika bayi sering BAB?

Ternyata, frekuensi BAB pada bayi berbeda-beda tergantung pada usia dan perkembangannya. Biasanya, frekuensi BAB nya akan menurun seiring dengan pertumbuhannya. Jika si kecil BAB dengan frekuensi sering, maka hal itu masih dianggap normal. Dengan catatan, asupan yang masuk ke tubuhnya juga teratur dan bentuk pupnya tidak cair.

Baca Juga : Bayi Menangis Setelah Menyusu? Hati-Hati Silent Reflux!

Kenapa bayi sering BAB? Ini karena usus bayi belum berkembang dengan sempurna, jadi ia belum bisa menyerap dan memproses ASI yang masuk ke tubuh bayi dengan baik. Seiring dengan pertumbuhannya dan perkembangan ususnya yang semakin sempurna, frekuensi BAB-nya akan berkurang.

Bayi yang berusia kurang dari seminggu, biasanya buang air besar hingga 12 kali dalam sehari. Jumlahnya berkurang hingga 1-8 kali di usia 12 minggu. Ketika bayi sudah mulai mengenal MPASI, frekuensinya kembali berkurang menjadi 2 kali sehari.

Bayi baru lahir juga memiliki bentuk kotoran yang lembek. Ini terbentuk dari cairan ketuban, lender, sel kulit mati dan sel darah merah. Sementara untuk bayi yang sudah diberi ASI ekslusif, kotorannya berbentuk seperti pasta bahkan cairan.

Bayi yang sehat juga dapat ditunjukkan dari warna kotoran yang ia keluarkan, berikut jenisnya :

  • Berwarna kuning atau coklat, ini adalah warna feses yang normal. Warna yang dihasilkan disebabkan oleh sterkobilin yaitu bagian dari empedu yang dikeluarkan lewat feses.
  • Kehijauan, biasanya warna hijau pada feses bayi karena kotoran tidak lama di dalam usus besar sehingga tidak berubah menjadi kuning atau coklat. Warna BAB bayi ini wajar.
  • Putih, kalau feses bayi mama berwarna putih karena tidak ada pewarnaan sama sekali dari empedu. Hal ini bisa menjadi pertanda ada masalah pada empedu di Kecil. Kalau bayi mengeluarkan kotoran berwarna ini, segera bawa ke dokter ya.
  • Kemerahan atau kehitaman, warna kotoran bayi ini bisa jadi pertanda buruk karena biasanya ada masalah pada saluran cernanya. Kalau bayi Mama mengeluarkan feses berwarna merah bercampur lendir dan bentuknya cair bisa jadi itu disentri. Namun, jika fesenya berwarna hitam merupakan tanda perdarahan saluran cerna di bagian atas seperti kerongkongan dan lambung.