Menunda atau Meniadakan Aqiqah, Berdosakah?

Menunda atau Meniadakan Aqiqah, Berdosakah?
Menunda atau Meniadakan Aqiqah, Berdosakah?

Tidak semua orangtua yang dikaruniai anak, mampu menyelenggarakan aqiqah tepat waktu. Seringkali karena satu dan lain hal, kita sebagai orangtua lupa mengadakan prosesi aqiqah untuk putra/putri tercinta. Lalu, berdosakah jika kita menunda atau bahkan tidak mengadakan aqiqah untuk anak?

Seperti yang kita tahu, aqiqah adalah ibadah yang diselenggarakan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aqiqah juga jadi simbol tergadainya bayi yang dianugerahkan Allah SWT untuk hadir di dunia.

Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW, “Setiap bayi tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuh, digundul kepalanya dan diberi nama.” (HR. Nasa’i, no. 4220, Abu Daud, no. 2838, Tirmizi, no. 1522,  Ibnu Majah, 3165, dinyatakan shahih oleh Albany di Shahih Abi Dawud).

Baca Juga : Tak Dapat Syafa’at Jika Tak Aqiqahkan Anak, Benarkah??

Bagaimana hukumnya menunda aqiqah atau bahkan meniadakan aqiqah? Berdosakah? Untuk menjawab ini, kita perlu merujuk pada dasar hukum ibadah aqiqah. Hukum pelaksanaan aqiqah ialah sunnah muakkad. Artinya, tidak berdosa bagi orang yang menunda/meninggalkannya.

Hal itu sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya saya kira dari kakeknya berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang dikarunia seorang anak, dan dia ingin menyembelih untuknya, hendaknya dia menyembelih. Untuk anak lelaki dua kambing yang cukup. Dan untuk anak wanita satu kambing,” (Hadits dihasankan oleh Albany di Shahih Abi Dawud).

Jika orangtua menunda pelaksanaan aqiqah karena terkendala materi, nyatanya aqiqah dapat dilakukan kapan saja. Walaupun, waktu paling afdhol dalam pelaksanaan aqiqah ialah di hari ke-7, ke-14. Atau ke-21 kelahiran si bayi.

Hal ini juga dijelaskan dalam Fatwa Lajnah Daimah (11/934) : “Aqiqah Sunnah muakkadah, untuk anak lelaki dua kambing dengan syarat yang sama seperti untuk kurban. Sedangkan untuk anak wanita satu kambing. Disembelih pada hari ketujuh, kalau diakhirkan dari hari ketujuh, dibolehkan disembelih kapanpun waktunya. Tidak berdosa jika ditunda. Yang lebih utama disegerakan jika hal itu memungkinkan.”

Jadi, kapanpun waktunya, orangtua dapat menyembelih kambing dengan niat aqiqah. Bagaimanapun, maksud dari aqiqah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.