Tak Dapat Syafa’at Jika Tak Aqiqahkan Anak, Benarkah??

Tak Dapat Syafa’at Jika Tak Aqiqahkan Anak, Benarkah??
Tak Dapat Syafa’at Jika Tak Aqiqahkan Anak, Benarkah??

Informasi tentang hukum dan syariat aqiqah banyak yang masih simpang-siur di jagad maya. Bagi kita yang masih awam, tentu rasanya bingung untuk memilah dan memilih informasi mana yang benar dan dapat dipercaya, apalagi untuk hal yang berbau agama. Aqiqah disebut sebagai salah satu jalan bagi orangtua untuk bisa mendapatkan syafa’at anak di akhirat nanti. Lalu, jika orangtua tak mampu aqiqahkan anaknya, apakah ia tak akan mendapat syafa’at di akhirat kelak?

Sebenarnya, penetapan untuk persoalan tersebut tak pernah diperjelas dengan dalil. Aqiqah menjadi jalan orangtua mendapat syafa’at merupakan pemahaman sebagian ulama.

Pendapat itu ialah hasil tafsir dari hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, “Setiap bayi tergadai dengan aqiqohnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama”.

Berdasarkan hadits tersebut, sebagian ulama mendapatkan pemahaman bahwa aqiqah berkaitan dengan syafa’at. Lengkapnya, orangtua yang tak melaksanakan aqiqah anaknya, kemudian anaknya meninggal, maka anak tersebut tak dapat memberikan syafa’at.

Ini hanyalah satu pendapat yang tak dikuatkan oleh dalil. Padahal ada dalil lain yang menyebut, setiap anak yang meninggal dalam keadaan belum baligh, maka dia akan menjadi pemberi syafa’at bagi orangtuanya. Tidak ada kekhususan bagi anak yang sudah diaqiqahkan. Dalil ini berlaku untuk semua anak yang meninggal sebelum mencapai baligh, janin sekalipun.

Baca Juga : Hukum Aqiqah bagi Anak yang Meninggal Dunia

Hal ini didasari oleh hadits Rasulullah SAW, yaitu :

“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah berkata kepada malaikat: Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku? Mereka menjawab: “Iya”. Allah berkata lagi: Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya?. Mereka menjawab: “Iya”. Allah bertanya lagi: Apa yang diucapkan hamba-Ku?. Malaikat menjawab: Dia memuji-Mu dan mengucapkan Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un. Kemudian Allah berkata: “Bangunkan untuk hamba-Ku sebuah istana di surga, dan mereka menamainya dengan Baitul Hamdi (istana Al-Hamd)”

Riwayat lain juga menyebut, anak yang meninggal sebelum dilahirkan sekalipun, akan membawa ibunya ke surga. Jadi, apakah anak yang belum diaqiqahkan tak dapat memberi syafa’at ke orangtuanya? Seorang anak tetap mampu memberikan syafa’at ke orangtuanya terlepas sudah diaqiqahkan atau belum.