4 Tips Pola Asuh Anak Agar Penuh Kasih Sayang

4 Tips Pola Asuh Anak Agar Penuh Kasih Sayang
4 Tips Pola Asuh Anak Agar Penuh Kasih Sayang

Semua orangtua tentunya menginginkan anaknya tumbuh menjadi seseorang yang memiliki karakter baik dan penuh kasih sayang. Karakter tersebut pastinya akan membawa anak-anak pada sikap yang penuh empati, menghargai sesama dan berpikiran terbuka. Tapi tahukah, Bu? Membentuk karakter tersebut tak hanya mengandalkan pendidikan formal, pola asuh orangtua di rumah turut andil dalam membentuk karakter anak.

Ketika anak berusia 18 bulan, mereka sudah dapat menunjukkan sifat/kepribadiannya. Di usia 2 tahun, anak sudah mengerti tentang rasa kasih sayang, dan mereka mulai memupuk dan menunjukkan rasa kasih sayang mereka. Di masa-masa ini, pola asuh orangtua sangat penting untuk membentuk anak menjadi orang yang penuh kasih sayang. Agar tidak keliru, berikut cara pola asuhnya :

Ciptakan pola asuh yang bersahabat. Pola asuh ini juga disebut sebagai pola yang demokratis. Disebut demokratis karena pola ini menciptakan suasana yang damai dengan nilai toleransi dan empati yang tinggi. Orangtua harus meningkatkan komunikasi dengan anak, serta tidak membatasi perbedaan pendapat yang ia kemukakan.

Orangtua berperan untuk mendengarkan anak dan membimbingnya dengan saran yang positif. Dengan begitu, anak akan belajar pentingnya menghargai perbedaan pendapat dan memahami rasa toleransi.

Baca Juga : Kemampuan Yang Wajib Dimiliki Orang Tua Saat Ini

Sering memberi pujian. Tidak ada orang yang tak suka dipuji, begitupun anak-anak. Sebagai seorang anak kecil yang penuh dengan rasa penasaran, mereka akan senang dipuji walapun dengan kata-kata singkat seperti “anak mama hebat” atau “anak mama pintar”.

Pujian tersebut pun ternyata tak hanya menimbulkan rasa senang, tetapi juga memicu anak untuk memiliki kebiasaan positif dalam berkata-kata. Jadi, orangtua yang menunjukkan sikap supportif atau positif, secara tidak langsung mengajari anak untuk berperilaku demikian ke orang lain.

Selalu tanyakan keadaannya. Salah satu cara untuk menunjukkan rasa sayang dan memberikan perhatian nyata adalah bertanya tentang keadaan dan perasaannya. American Academy of Pediatrics bahkan menyebut cara ini sebagai cara terbaik untuk diaplikasikan ke anak.

Rasa penasaran dan kepedulian orangtua terhadap apa yang dilakukan dan dirasakan anaknya dapat membentuk rasa peka terhadap segala sesuatu di sekitar anak. Tentunya, kepekaan inilah yang membawa anak pada sikap empati dan simpati yang nyata di lingkungan sosialnya.

Menjadi contoh dalam memberi respon. Orangtua harus menjadi role model bagi anaknya. Papa & Mama harus menunjukkan perilaku dan perkataan yang mencerminkan sikap yang baik. Ada 3 ucapan yang wajib dicontoh anak dalam berperilaku. Tiga hal itu ialah Maaf, Tolong dan Terima Kasih. Kata maaf dan tolong sebagai wujud rasa rendah hati, serta terima kasih sebagai tanda bersyukur.